TERPANTAU, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membenahi aparat penegak hukum, termasuk Polri dan TNI, sebagai upaya memperkuat fondasi negara dan meningkatkan kepercayaan publik.
Presiden mengatakan, reformasi tidak hanya terbatas pada satu institusi, melainkan mencakup seluruh perangkat negara yang memiliki peran dalam penegakan hukum.
“Yang saya ingin lakukan adalah transformasi bangsa, saya ingin perbaiki kondisi bangsa itu semua termasuk di situ adalah alat-alat penegak hukum,” ujar Prabowo dalam dialog bersama sejumlah tokoh dan jurnalis di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen Sumbang USD 1 Miliar untuk BoP
Menurut Presiden, keberadaan lembaga penegak hukum yang profesional dan berintegritas menjadi syarat mutlak bagi negara yang kuat dan berhasil.
“Hukum, the rule of law, itu bagian penting daripada negara yang kuat dan berhasil,” tegasnya pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Prabowo memastikan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum, termasuk yang dilakukan oleh aparat negara. Ia mengingatkan bahwa tindakan oknum dapat merusak kepercayaan terhadap institusi secara keseluruhan.
“Mungkin beberapa oknum dia punya power, dia bisa berbuat seenaknya, tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya,” ungkapnya.
Baca Juga: Kronologi Kasus Pembunuhan Cucu Mpok Nori di Cipayung
Dalam upaya pembenahan tersebut, ia menyatakan akan memberikan kesempatan kepada masing-masing institusi untuk melakukan perbaikan secara internal. Namun, apabila tidak ada perubahan, pemerintah akan mengambil langkah tegas.
“Saya pertama ingin memberi kesempatan tiap lembaga membersihkan diri. Kamu bisa perbaiki diri nggak? Kalau kau perbaiki diri saya kasih kesempatan,” ujarnya.
Presiden juga menyoroti pentingnya pengawasan di lapangan, termasuk terhadap praktik-praktik ilegal yang seharusnya dapat dicegah oleh aparat. Misalnya dalam kasus tambang.
Baca Juga: Terungkap Yaqut Cholil Qoumas Kini jadi Tahanan Rumah KPK
Artikel Terkait
Terungkap Yaqut Cholil Qoumas Kini jadi Tahanan Rumah KPK
Kronologi Kasus Pembunuhan Cucu Mpok Nori di Cipayung
Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen Sumbang USD 1 Miliar untuk BoP
Ada Perjanjian Tarif AS, Hilirisasi Tetap Jadi Prioritas Prabowo
Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi
Trisa Triandesa Soroti Kurangnya Buku Pelajaran Pascabencana di Reje Payung Aceh
Warganet Benarkan Pernyataan Prabowo soal Tragedi Pembakaran Fasilitas Negara
Momen Warga Unboxing Bingkisan dari Open House Prabowo
Ekonomi Bangka Belitung Disorot, Pengamat: Butuh Mesin Ekonomi Baru