setelah melalui pembahasan bersama kementerian terkait seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag), opsi tersebut tidak dianggap sebagai prioritas.
"Memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring," papar Pratikno.
"Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini," tandasnya.
Baca Juga: Harga BBM di Negara Lain Meroket Tapi di RI Masih Stabil
Hingga kini, belum ada keterangan lanjutan dari Menko PMK sebagai upaya dalam penghematan BBM di sektor pendidikan.
Yang jelas, publik masih menanti kepastian skema yang akan terapkan pemerintah di tengah bayang-bayang pasokan energi yang menipis akibat konflik di Timur Tengah.***