setelah melalui pembahasan bersama kementerian terkait seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag), opsi tersebut tidak dianggap sebagai prioritas.
"Memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring," papar Pratikno.
"Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini," tandasnya.
Baca Juga: Harga BBM di Negara Lain Meroket Tapi di RI Masih Stabil
Hingga kini, belum ada keterangan lanjutan dari Menko PMK sebagai upaya dalam penghematan BBM di sektor pendidikan.
Yang jelas, publik masih menanti kepastian skema yang akan terapkan pemerintah di tengah bayang-bayang pasokan energi yang menipis akibat konflik di Timur Tengah.***
Artikel Terkait
Diduga Jadi Korban Google Maps, Pemudik Nyasar Massal ke Sawah
Abdullah Rasyid Nilai Langkah Indonesia di BoP Lebih Efektif Bela Palestina
Harga BBM di Negara Lain Meroket Tapi di RI Masih Stabil
Ibu Ini Curhat Naik Bus AC tapi Sopir dan Penumpang Merokok Selama Perjalanan
Pengamat Sebut MBG Bisa Jadi Game Changer Pengentasan Stunting
Pemerintah Minta Masyarakat Maksimalkan Waktu WFA saat Arus Balik
Pedro Bau Apresiasi Rusli Habibie, Waduk Bulango Ulu Bakal Dorong Ekonomi
Kepala BGN Tantang SPPG Sajikan Menu MBG dengan Kualitas Bintang 5
Cerita dari Balik Jeruji Besi, Tahanan Ini Dapat Kue Lebaran dari Anggota Polisi
Viral 2 Warga Aceh Ditemukan Tewas dalam Mobil yang Masih Menyala