Terpantau.com - Menko Polhukam Mahfud MD akan mendampingi seorang siswi SMP berinisial SFA yang dilaporkan pihak pemerintah kota (pemkot) ke Polda Jambi.
Mahfud melalui akun twitter-nya @mahfudmd, menanggapi video pernyataan SFA, yang mengaku dirinya telah dilaporkan ke polisi usai mengkritik Pemkot Jambi.
Mahfud mengatakan, pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mendampingi SFA.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Indonesia Rilis di Netflix Juni 2023, Para Betina Pengikut Iblis Salah Satunya
"Polhukam akan berkoordinasi dengan Kementerian PPA, Kompolnas, dan Komisi Perlindungan Anak untuk bisa ke Jambi, membantu mendampingi anak ini. Dampingi, lindungi, dan jernihkan masalahnya, perlakukan anak-anak sesuai dengan hukum yang berlaku bagi anak-anak," cuit Mahfud dikutip dari akun Twitternya, Senin (5/6).
Sebelumnya video rekaman SFA viral di TikTok yang berisi kritik terhadap Wali Kota Jambi Syarif Fasha dan sebuah perusahaan karena melanggar Perda Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Angkutan Jalan.
Dalam salah satu videonya, SFA menilai baik walkot maupun perusahaan itu telah melakukan pelanggaran pasca penandatanganan nota kerja sama dengan surat nomor 02/PKS/HKU2019.
Baca Juga: Kumpulan Cerita Horor Kisah Nyata di Kantor, Bikin Merinding Saat Lembur
"Saya menyuarakan untuk keadilan nenek saya seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang dizalimi rumah dan sumurnya dirusak berkali-kali oleh perusahaan Cina yang bekerja sama dengan Pemkot Jambi yang tidak bertanggung jawab ini," tutur SFA dikutip dari salah satu video yang viral yang dibagikan akun twitter @PartaiSocmed.
SFA mengatakan, selama hampir 10 tahun Pemkot Jambi telah mengizinkan kendaraan truk berat melewati jalan warga hingga membuat rumah neneknya rusak.
Padahal, menurut SFA, jalan tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan berat maksimal sebesar 5 ton.
Baca Juga: Ini 9 Cerita Horor Kisah Nyata yang Sangat Viral dan Melegenda di Indonesia
SFA juga melontarkan kritik kepada perusahaan yang izinnya sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), tetapi malah menjadi perusahaan kayu hutan.
"Selain dari rusaknya hutan yang menjadi gundul dan hilangnya habitat hewan, sehingga jadi longsor, banjir, bahkan setiap tahun hampir terjadi kebakaran hutan dan lahan, dan juga merusak rumah dan sumur nenek habsah. Berkali-kali beliau perbaiki sendiri tanpa ada bantuan dari perusahaan tersebut," kata SFA.
Artikel Terkait
Umat Buddha Gelar Ritual Pradaksina di Candi Borobudur, Jelang Hari Raya Waisak 2023
Gempa Bumi 4,2 M Guncang Bengkulu Utara, BMKG : Tidak Berpotensi Tsunami
Segera Dibuka! Berikut Jadwal Buka dan Harga Tiket Masuk Jakarta Fair 2023
Yuk Mengenal Filosofi Pohon Hayat, Logo IKN Nusantara yang Baru Saja Diluncurkan
Hasil Survei Cawapres 2024, Erick Thohir Melesat Di Posisi Teratas