Dapat Pesan Aduan Korban, Ganjar Soroti Dugaan Penyekapan 54 WNI di Kamboja

photo author
Suryo Dwiputranto, Terpantau
- Jumat, 29 Juli 2022 | 16:45 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menanggapi dugaan penyekapan 54 WNI di Kamboja (instagram/@ganjar_pranowo)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menanggapi dugaan penyekapan 54 WNI di Kamboja (instagram/@ganjar_pranowo)

“Modus pemberangkatan secara ‘unprosedural’ dengan menggunakan agensi perseorangan dengan setiap WNI yang berangkat dengan agensi berbeda. Menurut informasi dari yang bersangkutan bahwa dimungkinkan dalam tiga hari ke depan akan diperdagangkan,” kata Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Cacar Monyet Terkonfirmasi di 75 Negara, Puan: Masifkan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat

Dilansir dari akun Tiktok @inspektur Nguyen, kronologi dari kasus tersebut ialah mereka diiming-imingi dengan gaji yang fantastis.

Tak hanya itu, para PMI di sana dituntut untuk melakukan pekerjaan selama 12 jam yakni dari jam 10.00- 22.00 waktu setempat.

Menurut akun tersebut, mereka dipekerjakan untuk jadi operator investasi bodong dan bukan menjadi marketing.

Para WNI itu juga ditempatkan dalam satu kamar untuk tidur, yang berisikan 14 orang, serta paspor mereka ikut ditahan oleh agen-agen Phnom Penh.

Ia juga mengatakan bahwa, ada PMI yang beragama muslim terpaksa untuk memakan daging babi karena mereka disekap dan hanya memakan makanan yang disajikan.

Menurutnya dari PMI itu juga sudah ada upaya untuk meminta pulang kepada orang yang memberikan kerjaan, namun kabarnya jika ingin pulang maka harus membayar sejumlah uang.

Dalam unggahan video tersebut, banyak netizen yang memberikan komentar.

“Kak kemarin keluargaku ada yang kena juga dan baru bisa pulang setelah di tebus Rp50 juta. Ceritanya bener-bener sama kaya yang kak nguyen ceritain,” kata salah satu netizen.

Kendati demikian Disnakertrans Jateng melakukan upaya melalui koordinasi dengan Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Direktorat Pekerja Migran Indonesia.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suryo Dwiputranto

Tags

Rekomendasi

Terkini

Simak, Masyarakat Miskin Makin Mudah Punya Rumah

Rabu, 15 April 2026 | 20:48 WIB

Indonesia Jadi 'Cahaya' di Mata Investor Global

Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB
X