Kelor Terbukti Mampu Turunkan Angka Stunting di NTT, DPR Minta Anggaran Stunting Didesentralisasi ke Pemda

photo author
Kurniasih Budi, Terpantau
- Kamis, 8 Desember 2022 | 13:06 WIB
Kelor Terbukti Mampu Turunkan Angka Stunting di NTT, DPR Minta Anggaran Stunting Didesentralisasi ke Pemda (freepik)
Kelor Terbukti Mampu Turunkan Angka Stunting di NTT, DPR Minta Anggaran Stunting Didesentralisasi ke Pemda (freepik)

 

Terpantau.com DPR RI mendukung upaya percepatan pencegahan stunting melalui fungsi anggaran. Pada tahun 2022 pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 44,8 triliun untuk program percepatan pencegahan stunting.

Berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting juga mesti menjadi perhatian bersama. Oleh karenanya, DPR RI mendorong agar anggaran stunting dapat didesentralisasi ke pemerintah daerah.

"Kami juga setuju agar dana stunting didesentralisasikan saja dikirim ke daerah, sehingga tugas daerah untuk menggunakan dana tersebut berbasis pada kasus stunting lokal karena daerah yang lebih paham," Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, dilansir laman dpr.go.id.

Baca Juga: ASI Ekskulsif Pendorong Kuat Penurunan Prevalansi Stunting Pada Balita

Komisi IX DPR RI menerima audiensi Tim Moringa Provinsi Nusa Tenggara Timur terkait pembahasan upaya Pemerintah Provinsi NTT dalam menurunkan angka stunting di Provinsi NTT melalui pemanfaatan produk olahan tumbuhan kelor atau Marungga. Rapat yang dipimpin ini berlangsung di Ruang Rapat Komisi IX, Senayan, Jakarta, pada Senin (5/12/2022).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita menyampaikan dukungannya untuk pemanfaatan daun kelor dalam mengatasi stunting. Pasalnya, angka prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih tergolong tinggi. 

"Kami mendukung secara penuh untuk pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu solusi penurunan angka stunting," katanya.

Baca Juga: Simak Anjuran dan Larangan Dalam Berpuasa Sehat di Bulan Ramadhan Menurut Ahli Gizi

Selain mudah tumbuh dan bisa ditanam di halaman rumah, daun dengan nama latin Moringa Oleifera ini sangat bermanfaat. Bahkan, WHO mengeluarkan kajian tentang Marungga atau Kelor sebagai salah satu sumber alternatif untuk mengatasi malnutrisi. 

DPR RI juga menyoroti adanya perbedaan yang signifikan antara prevalensi stunting proyeksi nasional dengan kondisi riil yang ditemukan di lapangan. 

Menurut Felly, kasus stunting masih sering ditemukan di berbagai daerah. Karena itu, dibutuhkan penanganan multisektor dalam mengatasi stunting.

Marunga NTT Superfood Penurun Stunting

Adapun Tim Moringa memaparkan bahwa Kelor atau Marungga NTT dapat menjadi alternatif solusi dalam penanganan stunting dan telah dibuktikan dari beberapa penelitian. Pemberian serbuk Marungga mampu meningkatkan berat dan status gizi anak-anak di NTT. Selain itu, Marungga NTT merupakan yang terbaik di dunia setelah Spanyol. 

Dengan memberikan serbuk Marungga NTT dalam penanganan stunting juga memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat secara kelompok maupun perorangan di Provinsi NTT. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kurniasih Budi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simak, Masyarakat Miskin Makin Mudah Punya Rumah

Rabu, 15 April 2026 | 20:48 WIB

Indonesia Jadi 'Cahaya' di Mata Investor Global

Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB
X