Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Konsumsi Avtur di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Diproyeksi Naik 10,1%

photo author
Tim Terpantau 01, Terpantau
- Kamis, 22 Desember 2022 | 19:17 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memprediksi terjadi kenaikan konsumsi avtur sekitar 10,1% pada saat libur Natal dan Tahun Baru. (Instagram @lionairgroup)
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memprediksi terjadi kenaikan konsumsi avtur sekitar 10,1% pada saat libur Natal dan Tahun Baru. (Instagram @lionairgroup)

Terpantau.com Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memprediksi terjadi kenaikan konsumsi avtur sekitar 10,1% pada saat libur Natal dan Tahun Baru

Area Manager Communication & CSR Marketing Region Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani, mengatakan potensi peningkatan konsumsi bahan bakar pesawat terbang ini seiring dengan meredanya pandemi Covid-19 dan meningkatnya mobilitas masyarakat pada saat liburan. 

“Konsumsi avtur di 13 bandara wilayah Jatimbalinus pada hari normal rerata sekitar 2.200 kl per hari, dan pada momen Nataru tahun ini kita perkirakan naik 10,1% dibandingkan hari normal, bahkan melonjak 152 persen dibandingkan momen yang sama tahun lalu,” ujarnya kepada media.

Baca Juga: Sambut Libur Natal dan Tahun Baru 2023, Maskapai Qatar Airways dan Emirates Layani Penerbangan ke Bali 

Peningkatan konsumsi avtur ini diprediksi akan terjadi di wilayah yang menjadi titik pusat perayaan Natal seperti di NTT dan juga pada saat perayaan Tahun Baru yakni di kawasan wisata di Bali, Surabaya, Malang Kota, dan Kota Batu. 

“Di titik wisata juga menjadi perhatian di antaranya seperti Malang, Banyuwangi, Bali, Lombok dan Labuan Bajo,” ujarnya. 

Kemenhub 2022 memaparkan data potensi pergerakan masyarakat selama libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 adalah sebesar 22,4% dari penduduk Indonesia atau sekitar 60,6 juta orang. 

Baca Juga: Sambut Libur Natal dan Tahun Baru 2023, Pelita Air Tambah Frekuensi Penerbangan Jakarta-Bali

Selain avtur, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis gasoline juga akan mengalami peningkatan 2% dibandingkan hari normal, juga meningkat sedikit dibandingkan momen sama tahun lalu yang mengalami peningkatan 1,8%. 

“Rata-rata konsumsi BBM gasoline saat ini sekitar 17.881 kl/hari, tetapi nanti akan meningkat menjadi sekitar lebih dari 18.000 kl/hari,” ujarnya. 

Sementara itu, untuk BBM jenis gasoil diprediksi akan turun sekitar 3% dari rerata November 2022 yakni sekitar 8.500 kl. Rata-rata konsumsi BBM gasoil ini sekitar 8.842 kl/hari. 

Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Fedy Alberto, menjelaskan meski akan terjadi peningkatan konsumsi, Pertamina memastikan stok BBM, avtur maupun LPG cukup aman untuk memenuhi kebutuhan. 

Baca Juga: Libur Akhir Tahun, Penerbangan Internasional Lion Air Group Pindah ke Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta

“Seluruh infrastruktur telah disiagakan yang meliputi 19 terminal BBM, 8 terminal LPG, lebih dari 1.300 SPBU, 152 SPBE (PSO & NPSO), 1.030 agen LPG (PSO & NPSO), dan 13 DPPU dengan melakukan build up stock di masing-masing lembaga penyalur,” katanya. 

Pertamina juga menyediakan layanan tambahan BBM di jalur potensial meliputi jalur tol, jalur wisata, dan jalur lintas utama, berupa SPBU Siaga, agen dan outlet LPG Siaga, Kiosk Pertamina Siaga, Motorist, mobil tangki stand by dan Rumah Pertamina Siaga yang telah dilengkapi dengan fasilitas kesehatan. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ajoe Dhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Harga Minyak Melejit, APBN 2026 Terancam Jebol

Senin, 30 Maret 2026 | 11:38 WIB
X