"Yordania jangkar stabilitas politik yang tidak tergantikan. Kesediaan Raja Abdullah II untuk mendukung langkah diplomasi Indonesia adalah sebuah penguatan legitimasi yang sangat signifikan," ucapnya.
Lebih lanjut, Fahmi menyebut bahwa orkestrasi diplomasi Indonesia dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa Indonesia telah memasuki fase baru dalam kepemimpinan internasional.
"Setiap langkah memperlihatkan keseriusan Indonesia untuk mengambil alih inisiatif penyelesaian konflik Palestina. Jika momentum ini dijaga, Indonesia berpotensi menjadi salah satu kontributor utama dalam mempercepat terwujudnya keadilan dan kemerdekaan penuh bagi bangsa Palestina," tutupnya.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Motif Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau
Viral Emak-emak Geruduk Kantor SPPG Bekasi Barat
Massa Desak Gubernur Surati Kemendagri Tuk Copot Bupati Bone Bolango
Diplomasi Kuda Api Indonesia-Tiongkok di Imlek Festival 2577
Pesan Dirut LPDP untuk Penerima Beasiswa: Pakai Duit Pajak
8 Penerima Beasiswa LPDP Disanksi Kembalikan Dana Hingga Rp 2 Miliar
Palestina Buka Kantor Penghubung dengan Board of Peace
Pemerintah Kebut Perbaikan Jalan Berlubang di Jalur Pantura
Dugaan Penyimpangan Anggaran Pengadaan Ribuan Tong Sampah di Takalar Disorot
Pakar: MBG Produk Hukum Resmi, Kenapa Ada Politikus Melabeli 'Maling'?